Langsung ke konten utama

Postingan

Setelah lulus kuliah

Postingan terbaru

Berkah Kegabutan

Beberapa hari kebelakang saya sering menghabiskan waktu bermain playstasion bersama teman teman saya, melakukanya berulang kali sampai 4 hari berturutturut. Saya menghabiskan segitu banyak waktu untuk melakukan hobi lama ditemani arbi, dayat dan juga apik. Kami saling bergantian dan memakai klub andalan masingmasing. Bermain playstasion membuat saya merasakan jeda yang sangat tenang dan nyaman melakukan hal yang saya sukai dulu ketika saya kecil dulu, palagi pada waktu setelah mengaji dari TPA, pelarian saya lansung saja menuju tempat rental PS. Apa itu sedang bermain atau melihat teman atau orang lain bermain. Saya menyimaknya dengan khusyuk. seperti yang saya rasakan sekarang. Beragam klub bola kami pakai, mulai dari saya yang memakai klub  liverpool, dayat dengan klub psgnya, afif memakai klub MU kesayanganya dan arbi memakai klub Ronaldo FC. Iya arbi memang senang memakai klub yang ada ronaldo di dalamnya, maka dari itu kami sepakat berinama klub yang di gawangi bang ron (...

Makna Perempuan

Sudah semestinyakah prempuan lebih tinggi derajatnya daripada laki laki? Mulai dari kandungan sampai lahir dialami semua suka dukanya oleh prempuan. Saya memang salut dengan makhluk tuhan satu ini. Tapi ada satu hal yang belum saya temui jawabanya, Bukan dari melahirkanya, melainkan diantara mereka yang sudah berumah tangga banyak yang juga turut andil menjadi tulang punggung keluarga. beberapa kali pertanyaan saya lontarkan satu pertanyaan sakral ke sahabatsahabat terdekat saya. pertanyaan itu cuman satu. "Bro di keluargamu yang menjadi tulang punggung siapa?" "ibuku deel" "Cuy di keluargalu yang banyak pendapatanya siape?" "emak gua bapak gua lagi gak kerja" "Nco di kluarga nco nan banyak bakureh sia nco?" "omak wak nco, lah agak rabun ntuak bakojo" "Ndes neng omahmu sing akeh golek rejeki sopo ndes ?" "ibuku, bapakku wis sakitsakitan." Nyarisssss 70% temanteman dekat saya menjawab ibunya....

Perkenalan

Siapa bilang saya merokok dari dewasa. Saya merokok pada usia saya masih berumur lima tahun. Awal mula mulai tertarik akan rokok ketika acap kali melihat orangorang dewasa disekeliling saya merokok. Orangorang yang sedang asyik menghibur diri dengan asap yang dihembuskan depan mukanya dari mulut dan lubang hidungnya dengan pelan. Terlebih lagi, disetiap pagi saya melihat bapak merokok dengan segelas kopi yang menjadi temannya sambil melamun. Pernah saya tanyakan kepada bapak dan meminta rokok kepadanya, dengan dalih entah dari mana dan masih saya ragukan ke sartirannya dia menyebutkan. "rokok itu tidak baik,tidak sehat untuk anakanak " Tentu menjadi tanda tanya bagi saya, sebatang tembakau yang di hisap mulut menggeluarkan asap yang menggepul itu apa hanya baik bagi orang dewasa?. Dan orang dewasa sajakah boleh mengehembuskan sambil menyeruput kopi?. ah sudah lah saat itu saya tidak mau disebut anakanak lagi, meskipun masih minta uang jajan sama orang tua. ...
SEPASANG SEPATU Awalnya aku tak menyangka Negarawan sepertimu tak sanggup membeli sepasang sepatu  Kau hanya berani mengidamkanya  Menabung sedikit demi sedikit  Supaya bisa membelinya. Aku gagal paham  bagaimana bisa   Padahal  Tinggal layangkan surat ke pemerintah  Kau bisa mendapatkanya kata tamak  jauh dari dirimu kekuasaan  tak membuatmu haus  padahal kau punya kendali mengeokanya  Terakhir barulah kusadar tak ada istilah campursari urusan umum dan pribadi kepentingan orang banyak selalu kau dahului kau negarawan yang kucintai terimakasih telah mengajarkan kami  dari isyarat - isyarat serta Prinsip - prinsip  yang kau beri. (2017)